Perkembangan teknologi informasi saat ini telah banyak  melibatkan proses-proses  kearsipan dalam sebuah lembaga atau institusi, baik swasta maupun pemerintah. Kesiapan antara sarana dan sumber daya manusia kearsipan dalam sistem informasi sendiri pun masih dipandang sebelah mata. Perkembangan teknologi tersebut dilatar belakangi oleh Reformasi Birokrasi, yang mana terdapat peran teknologi informasi untuk membantu pekerjaan sehari-hari, tidak luput pula bidang kearsipan. Namun, keberadaan sistem yang belum terintegrasi serta masih berjalan sendiri-sendiri menyebabkan beberapa kendala, seperti kesiapan sumber daya manusia  dan ketersediaan perangkat keras itu sendiri serta kesenjangan antara budaya kerja lama dengan peralihan kedalam sistem yang baru.

Menjawab beberapa permasalahan tentang keterlambatan infomasi berbasis teknologi informasi, Tanggal 17 Oktober 2019 di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat ITS Lt 1 telah diselenggarakan Seminar Nasional Kearsipan Autitentikasi Arsip Digital di Era Revolusi Industri 4.0. Melalui seminar kearsipan ini, ada 5 pembicara untuk memberikan materi seputar sistem informasi manajemen (SIM) kearsipan di era yang serba canggih ini.

  1. Mahendrawathi ER,ST., M.Sc., Ph.D  (Dosen Sistem Informasi ITS, Pengarang buku business process management) materi Manajemen Proses Bisnis dan Implementasi Arsip Digital.
  1. Imam Yuadi, S.Sos., M.MT., Ph.D (Dosen Departemen Informasi dan Perpustakaan UNAIR, Peneliti dibidang Digital Forensics)  materi Autentikasi Arsip Digital dalam Perspektif Digital Forensics.
  1. Rizky Januar Akbar, S.Kom., M.Eng (Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi Perangkat Bergerak ITS)  materi Implementasi Metode Autentikasi Dokumen Digital
  1. Verdhi Yudha, S.Sos., MM (Owner Smart Solusi Indonesia) materi Implementasi Arsip Digital: Peluang dan Tantangan
  1. Agus Santoso S.Sos., M.Med. Kom (Kepala Sub Bagian Kearsipan ITS) materi Sharing Session “Perjalanan ITS menuju Arsip Digital”

Seminar kearsipan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman akan bergantinya sebuah sistem informasi dengan menerapkan kaidah kearsipan dalam menunjang kegiatan e-Office serta penciptaan arsip berdasarkan prinsip-prinsip kearsipan, sebagai bentuk solusi dengan implementasi otomasi kearsipan berbasis aplikasi maupun sistem.

Universitas Sebelas Maret atau UNS telah menerapkan sebuah aplikasi otomasi keasipan yaitu e-Office SIKD UNS dimana aplikasi ini dimaksudkan untuk penanganan korespondensi atau kearsipan dinamis secara elektronik. Rektor UNS telah membuat instruksi terkait penerapan aplikasi E-Office Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) di lingkungan UNS yang tertuang dalam Instruksi Rektor Nomor 01/UN27/HK/2018. Aplikasi e-Office SIKD UNS ini merupakan suatu bentuk upaya perubahan sistem kearsipan digital dengan memanfaatkan kaidah-kaidah kearsipan diantaranya TND (Tata Naskah Dinas), Pola Klasifikasi, JRA (Jadwal Retensi Arsip), serta SKKAAD (Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip Dinamis)

Seminar Kearsipan Nasional ITS ini dihadiri 4 orang dari UNS yang berisikan arsiparis dan pranata kearsipan. Diharapkan dengan mengikuti acara seminar kearsipan tersebut diatas dapat memberikan pengetahuan serta menjawab permasalahan arsip digital yang selama ini masih menjadi hambatan dalam implementasi otomasi kearsipan di lingkungan Universitas Sebelas Maret.

 

Kebijakan dan Peraturan

Tata kelola kearsipan Universitas Sebelas Maret mengacu pada kebijakan dan peraturan berikut:

Selengkapnya »

Link Terkait

Universitas Sebelas Maret

Arsip Nasional Republik Indonesia


© Arsip UNS 2015